Hari minggu pagi aku pulang dari kantor lebih awal sekitar jam 4.30 pagi, karena aku ada rencana ikut keluarga melakukan perjalanan dan sekaligus persembahyangan ke Pura di Bagian barat pulau Bali, tidak biasanya aku pulang sepagi itu kalau aku kerja shift malam, aku biasanya nunggu pulang kantor biar dapat istirahat yang cukup sehabis semua tugas kantor selesai dan tidak menetapkan target untuk pulang lebih awal, selama ini aku merasa lebih bijak untuk melanjutkan istirahat dulu di kantor dan jika sudah cukup barulah aku pulang. Itu kulakukan karena tidak ada pekerjaan yang lain harus kukerjakan sampai di rumah, bagusan juga aku tetap di kantor, toh juga kalau pulang ke rumah lebih awal sampai di rumah paling juga tujuanku tidur.
Malamnya aku setel alarm di HPku, kalau tidak pasti aku akan bangun kesiangan, dan orang di rumah akan tertunda berangkatnya hanya nungguin aku, padahal aku sendiri yang meminta mereka agar berangkatnya lebih awal karena malam harinya aku harus kerja lagi, dan masuknyapun aku harus datang lebih awal.
Begitu alarm di HPku berbunyi aku segera bangun, bergegas ke wastafel di kamar mandi kantorku dan segera cuci muka untuk menghilagkan rasa kantukku yang masih hinggap di kepalaku dan sekalian ngambil air minum untuk sedikit membasahi kerongkonganku yang terasa agak kering dan aku pun bergegas pulang mengambil tasku, memeriksa kodisi kantor sebelum aku tinggalkan dan tak lupa aku menguncinya.
Aku berjalan perlahan menuju ke parkiran mencari motorku, pelan-pelan kujalankan motorku dan bergegas untuk segera bisa sampai di rumah. Begitu aku sampe di depan rumahku, kulihat istriku sedang membukakan pintu buatku, dan akupun segera masuk tanpa perlu memanggil-manggilnya untuk membukakan pintu.
Anak-anakku sudah pada bangun semua begitu aku masuk kamar, istrikupun segera menyiapkan air panas untuk memandikan anakku yang kecilan, karena yang akan ikut bersamaku hanya anakku yg kecilan, yang besaran mau tinggal di rumah nungguin teman-temannya yg akan ke rumah main game bersama. Aku juga segera mandi setelah aku melepaskan baju kerjaku walaupun udara masih sangat dingin terasa untuk mandi pagi. Tidak mungkin juga kutunda acara mandi pagiku, karena sehabis mandi aku harus segera ke kampungku di Sibang sana, agar semua bisa berangkat sesuai rencana awal.
Sekitar jam 6.00 pagi aku sudah meluncur ke kampungku dan sampai di rumah mungkin sekitar jam 6.35 pagi, walupun kampungku dekat aku butuh waktu yang lama juga menempuh jarak ke kampungku, karena kebiasaanku naik motor santai, tidak terbiasa ngebut.
Sambil menunggu keluarga dan saudaraku yg lain, aku dan keluaargaku berangkat jam 8.15 pagi, dan segera menuju ke tujuan utamaku dan keluargaku, Pura Segara Rupek yg terletak di Kab. Jembrana, perjalannku ini adalah perjalanan pertamaku dengan tujuan Tirta Yatra murni, biasanya aku datang ke pura hanya ikut rombongan setelah adanya kegiatan upacara besar dan penyelenggara upacara selalu menutup upacara itu dengan mendatangi beberapa pura yang ada di Bali.
Kira-kira jam 10.00 aku sudah sampai di sana, setelah mobil yang kami tumpangi mendapat tempat parkir yang bagus kami bergegas turun dan lanjut masuk ke dalam Pura setelah melihat lingkungan sekeliling pura yang nampaknya, Pura Segara Rupek yang aku kunjungi ini masih dalam proses pembangunan, karena lingkungan sekitar pura di sana-sini masih ada bekas-bekas proyek yang belum lama. Setelah mengenal sisi luar pura, aku dan keluargaku segera masuk ke dalam pura, kondisi di dalam purapun masih memerlukan pengerjaan lanjutan yang cukup besar, dari informasi yang aku dengar dari pemangku yang mengelola pura tersebut masih ada beberapa bangunan lagi yang belum berdiri. Menurut penjelasan juga aku dengar sebagian besar proyek ini berjalan karena ada bantuan dari Bank Dunia.
Selesai sembahyang aku dan keluargaku berpamitan pada pemangku pura dan selanjutnya melakukan ruwatan dan persembahyangan pada Pura Taman yang berada di area luar Pura. Aku melanjutkan sembahyang di beberapa pura yang ada di lingkungan Pura Segara Rupek ini.
Selesai sembahyang aku dan keluargaku makan siang bersama menikamti sesaji yang telah kami haturkan dan setelahnya melanjutkan perjalan menuju Pura Pulaki.
Aku menikamti pemandangan dalam perjalanan menuju Pura Pulaki, karena ini adalah baru pertama kalina aku lewat jalur ini walupun anggota keluargaku yang lain sudah pernah melewati jalur ini. Sebelah kiriku tampak hutan yang mengering karena musim kemarau dan ada juga pantai yang menggatikan pemandangan hutan yang kering, karena jalur yang aku lalui itu sebenarnya dekat pantai, tetapi hanya sebagian kecil saja jalan itu dibangun dekat pantai. Sebelah kananku murni bukit dengan hutannya yang juga mengering, di beberapa bagian bukit yang kering dan curam aku lihat pemandangan yang sangat eksotik sekali, aku suatu saat nanti ingin mengambil gambar pemandangan alam yang eksotik itu, aku terbayang dengan gambar-gambar pemandangan alam yang eksotik yang pernah aku lihat, di komputer atau media lain seperti kalender, koran atau juga majalah luar negeri.
Setelah menempuh perjalanan beberapa lama, aku tiba di Pura Pulaki, ini adalah kali pertamanya aku datang ke sini, sebuah pura dengan background bukit yang kering dan tandus, dan halaman depannya adalah selat Bali yg membentang luas, sebuah perpaduan alam yang terkesan harmonis dan seimbang.
Banyak sekali kutemukan monyet yg siap menghibur dan mengganggu aku dan keluargaku di Pura ini, menghibur karena saat kuperhatikan tingkah polah monyet itu lucu dan seakan dia cukup pintar untuk merayu kita untuk memberikan dia sesuatu dan mengganggu jika salah satu barang bawaan kita atau perlengkapan badan kita di curi dan dibawa kabur.
Tidak lama aku di pura ini, selesai sembahyang aku melanjutkan perjalanan ke Pura Pasar Agung, pemandangan yang kulihat masih sama seperti sebelumnya. Tak terasa berapa lama sopir yang membawaku ke sana membelokkan mobilnya ke arah kanan memasuki jalan yang lebih kecil dan di dekatnya merupakan tempat pelatihan TNI, tidak jauh masuk dari jalan utama aku dan keluargaku sudah tiba di parkiran depan Pura.
Setlah parkir aku dan keluargaku segera bergegas naik melewati anak tangga menuju pura, singkat cerita kami melakukan persembahyangan disana, dan segera pulang setelah semua anggota keluargaku masuk ke mobil.
Aku dan keluargaku pulang menempuh perjalanan ke arah timur terus belok kanan naik ke arah Pupuan terus turun ke Selatan menuju kota Tabanan terus ke timur menuju ke rumah dan sampai di rumah sekitar jam 19.00.
Tidak lama aku diam di rumah, karena aku harus segera bali ke DPS karena aku tidak mau terlambat sampai di kantor. Singkat cerita aku sdh sampai di rumahku di DPS dan segera mandi, sambil berpakaian aku ngobrol sama anakku kegiatannya di rumah tadi siang. Setelah persiapan ke kantor beres semua aku segera berangkat.
Tidak ada catatan khusus kali ini yang ingin kutulis, walaupun sebenarnya ada yang bisa kutulis, biarlah belakangan saja kutulis. Aku sudah merasa capek nulis hari ini.
Salam.


No comments yet
Comments feed for this article